Sifat Keuangan Sektor Publik


Sektor Publik menunjukkan berbagai macam karakteristik sosial, ekonomi, politik dan hukum yang memiliki kekuatan, tanggung jawab dan menampilkan pola akuntabilitas yang berbeda. Sektor publik memiliki sasaran yang berbeda, didanai dengan cara yang berbeda dan memiliki struktur organisasi yang berbeda pula. Oleh karena itu dapat dirumuskan bahwa sector public tidak homogeneous atau serba sama.

Terdapat 3 konsep fundamental yang memberikan fokus pemahaman tentang keuangan sektor publik. Konsep-konsepnya adalah  efisiensi, efektifitas, dan ekonomis.

Sektor Publik menunjukkan berbagai macam karakteristik sosial, ekonomi, politik dan hukum yang memiliki kekuatan, tanggung jawab dan menampilkan  pola akuntabilitas yang berbeda. Sektor publik memiliki sasaran yang berbeda, didanai dengan cara yang berbeda dan memiliki struktur organisasi yang berbeda pula. Oleh karena itu dapat dirumuskan bahwa sector public tidak homogeneous atau serba sama.

Terdapat 3 konsep fundamental yang memberikan fokus pemahaman tentang keuangan sektor publik. Konsep-konsepnya adalah  efisiensi, efektifitas, dan ekonomis.

1.         Efisiensi, berbicara tentang efisiensi berarti berbicara tentang perbandingan output dan input (output/input).  Semakin besar rasio output/input maka semakin besar pula output  yang dihasilkan dari inputnya, dan semakin efisien organisasi ini. Rasio tidak digunakan  dalam suatu pengertian mutlak tetapi dalam suatu pengertian yang relative. Rasio efisiensi kadangkala dinyatakan sebagai input/output, dimana dapat diinterpretasikan sebagai, contoh, biaya per unit output. Karena efisiensi mencakup input dan output sehingga suatu organisasi dikatakan efisien bila organisasi tersebut telah berhasil meraih tujuannya pada biaya yang memuaskan.

2.         Efektifitas, efektifitas berhubungan dengan tercapai/sukses atau tidaknya dalam pencapaian tujuan. Efektifitas tidak mengenal berapa banyak input yang dihabiskan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu efektifitas berbicara akan output. Seperti halnya dengan efisiensi, efektifitas juga bukan suatu pengukuran yang mutlak.

3.         Ekonomis, bila efektifitas menitikberatkan pada output, maka ekonomis menitikberatkan pada input. Pada prakteknya, ekonomi  juga merupakan ukuran yang relative. Jadi fokus perhatiannya adalah bagaimana cara menghemat biaya (murah) yang dikeluarkan (input) untuk menghasilkan output.

Maka dari itu 3 Es ini memiliki hubungan yang saling terkait. Bila ekonomi bebicara tentang input; efisiensi adalah tentang input dan outputnya; efektifitas adalah tentang output. Dalam teori, efisiensi  mencakup  semua yang dibutuhkan (output dan input) yang mendukung keyakinan dalam sector swasta dimana pengukuran  efisiensi  menyediakan  basis bagi pengevaluasian kinerja (jumlah dimana output melampaui input disebut dengan profit). Apapun batasannya, dia memiliki suatu pengukuran kinerja dalam sektor swasta dimana ada 2 tambahan dan kesulitan fundamental dalam menerapkannya di sektor publik :

  1. saat output diukur dengan istilah moneter, maka kualitas dari rasio bergantung dari kualitas pengukuran output dalam menjaring pilihan konsumen. Kegagalan pasar adalah suatu masalah biasa yang dihadapi dalam penyediaan layanan sector publik.
  2. pada saat output tidak mampu diukur dalam istilah moneter, pengukuran rasio efisiensi dimana output diukur dalam unit fisik. Oleh karena itu masalah dasarnya adalah bahwa rasio tidak dapat lagi menjadi standar yang universal karena pengukuran output fisik hanya suatu wakil dari output pokok.

Oleh karena itu dalam memecahkan persoalan di atas, efisiensi, efektifitas dan ekonomis menjadi perspektif adalah untuk mempertimbangkan bagaimana mereka dapat digunakan  bersama-sama.

Disusun oleh Ardhiana Sitarusmi (Universitas Indonesia) sebagai Tugas Keuangan Negara