Teknologi Organisasi


(Sel 3)                                                                                         (Sel 4) teknologi perrow

(Sel 1)                                                                                           (Sel 2)

Klasifikasi teknologi di atas dikemukakan oleh Perrow. Perrow lebih memperhatikan teknologi pengetahuan daripada teknologi produksi. Ia mendefinisikan teknologi sebagai tindakan yang dilakukan individu terhadap sebuah objek, dengan atau tanpa bantuan alat atau perlengkapan mekanis, untuk membuat perubahan tertentu pada objek tersebut. Ia kemudian mengidentifikasikan hal tersebut dalam dua dimensi dasar, yaitu task variability dan problem analyzability yang kemudian dapat digunakan untuk menggambarkan matriks di atas yang mewakili empat jenis teknologi: routine, engineering, craft, dan non-routine.

Task variability merupakan banyaknya exemptions dalam tugas, yaitu frekuensi kejadian tak terduga dalam suatu proses. Sedangkan analyzability merupakan kemudahan menganalisis kegiatan dan menguraikan kegiatan menjadi langkah-langkah yang jelas, terukur & mekanistik sehingga penyimpangan mudah dideteksi.

Perrow Menggabungkan pengukuran teknologi dengan menggunakan gabungan variasi antara tugas – analyzablility (Diagonal): Teknologi Rutin & Teknologi Non-Rutin

Routine technologies memiliki variasi tugas yang sedikit dan masalah yang mudah dianalisis. Dapat dikatakan bahwa cara terbaik menyelesaikan kebanyakan teknologi rutin adalah melalui koordinasi dan control yang distandarisasi. Teknologi tersebut harus dikaitkan dengan struktur yang mempunyai formalisasi maupun sentralisasi yang tinggi. Teknologi ini lebih ke arah struktur organisasi mekanik. Proses mass production yang digunakan untuk mebuat baja atau mobil atau untuk memurnikan minyak termasuk dalam kategori ini. Pekerjaan seorang kasir bank juga merupakan contoh aktivitas yang termasuk dalam routine technologies.

Engineering technologies mempunyai variasi tugas yang tinggi dan kompleks, tetapi dapat ditangani secara rasional dan sistematis. Karena memiliki variasi yang tinggi namun dapat dianalisis maka, harus mempunyai pengambilan keputusan yang di-sentralisasi sambil tetap memperthankan fleksibilitas melalui formalisasi yang rendah.teknologi ini hamper mengarah ke struktur oranisasi mekanik. Konstruksi gedung perkantoran termasuk dalam kategori ini, seperti halnya aktivitas yang dilakukan oleh akuntan pajak.

Craft technologies ada kaitannya dengan masalah yang relative sukar, tetapi dengan sedikit variasi. Aliran kegiatan stabil, tidak analyzable, sehingga perlu latihan, pengalaman, intuisi, kebijaksanaan. Dalam pemecahan masalah harus dilakukan oleh mereka yang paling banyak pengalaman dan pengtahuannya, maka hal ini berarti desentralisasi. Teknologi ini hampir mengarah ke struktur organisasi organic. Termasuk didalamnya para pembuat sepatu, tukang memperbaiki meubel, atau pekerjaan para aktris

Non-routine technologies memilki banyak variasi tugas tinggi, pencapaian obyektif tidak analyzable, analisis masalah memerlukan usaha yang besar. Teknologi ini menuntut fleksibilitas. Pada dasarnya mereka akan di-desentralisasi, memiliki iteraksi tinggi diantara semua anggota, dan mempunyai ciri tingkat formalisasi yang minim. Teknologi ini mengarah ke strukutur organisasi organic. Contoh dari teknologi ini dapat disebut perencanaan strategi dan aktivitas penelitian dasar.

Teknologi-Struktur Perrow

Karakteristik Struktural

Sel Teknologi Formalisasi Sentralisasi Rentang-Kendali Koordinasi Dan Kontrol
1 Routine Tinggi Tinggi Lebar Perencanaan Dan Peraturan Yang Kaku
2 Engineering Rendah Tinggi Moderat Laporan Dan Rapat
3 Craft Moderat Rendah Moderat-Lebar Pelatihan Dan Rapat
4 Non-Routine Rendah Rendah Moderat-Sempit Norma Dan Rapat Kelompok

Perrow berpendapat jika masalah dapat dipelajari secara sistematis, dengan menggunakan analisis yang rasional dan logis, maka sel 1 atau 2 dapat digunakan. Masalah yang dapat ditangani hanya dengan intuisi, menduga-duga atau penglaman yang tidak dianalisis membutuhkan teknologi dari sel 3 atau 4. Demikian pula jika masalah baru yang tidak biasa atau tidak dikenal muncul secara teratur, maka masalah itu akan berada pada sel 2 atau 4. Jika masalahnya dikenal, maka yang cocok adalah sel 1 atau 3.

Sumber:

1. Robbin, Stephen P., Teori Organisasi : Struktur, Disain dan Aplikasinya, Jakarta :     Arecan, 1994

Disusun oleh Ardhiana Sitarusmi (Universitas Indonesia)