Selamat Jalan Pembimbing


..dua hari sebelum pengumpulan berkas skripsi..
“saya mau menyerah” masih banyak analisa yang belum rampung kalau dipaksakan hasilnya juga tidak akan maksimal.
“meletakkan wajah ke pangkuan tangan” ..merenung..
“terbayang wajah orang-orang terkasih” ..ibu, ayah, adik, kekasih hati, dan pembimbing skripsi
Mereka telah berjuang agar saya dapat menyelesaikan skripsi, namun pantaskah perjuangan mereka di sia-siakan?
Ibu dan Ayah yang bangga anaknya akan mendapatkan gelar sarjana
Adik yang antusias kakaknya akan segera lulus
Kekasih hati yang bangga jika kekasihnya bisa menyelesaikan studi 4 tahun
Pembimbing skripsi “Mba Rini Gufraeni”, beliau yang memberikan acc sidang skripsi bahkan di saat skripsi saya analisanya belum sempurna.
Beliau berkata “kamu belum selesai?” | “belum Mba” | “tapi saya janji saya akan selesaikan secepatnya tapi saya mohon acc mba untuk pendaftaran sidang semester ini” | “bener ya kamu selesaikan?” | “iya mba saya janji” dan tanda tangan pun diperoleh sebagai syarat pengumpulan berkas pendaftaran sidang

Kembali mengingat perjuangan mereka membuat saya tidak menyerah dan akhirnya saya pun dapat melaksanakan sidang dengan baik dan berkat perjuangan mereka skripsi saya memperoleh nilai sempurna. Tak terkira bahagianya mereka.

September 2012
Salah seorang teman seperjuangan bimbingan skripsi menyampaikan bahwa pembimbing kami sakit dan sudah setahun lebih tidak akftif mengajar. Dengan segala keterkejutan, kami (mahasiswa bimbingan beliau yang berjumlah empat orang) merencanakan untuk menjenguk beliau. Rencana pun hanya rencana dikarenakan kesibukan kami masing-masing.

Oktober 2012
Teman seperjuangan kembali mengingatkan, sepertinya tidak mungkin dengan kesibukan kami menemukan waktu yang sesuai untuk menjenguk Beliau. Lebih baik kita berdua saja yang ke rumah Beliau sekaligus menyerahkan foto wisuda kami ber empat memakai toga. Sewaktu kami lulus, Beliau pernah berpesan meminta foto wisuda kami berempat. Namun, hingga dua tahun lebih sejak kelulusan kami, kami belum sempat menyerahkan foto tersebut. Dan lagi-lagi rencana kami pun tidak pernah terlaksana.

21.12.2012
Pagi itu, sekitar pukul tujuh pagi, salah seorang teman memberikan kabar bahwa beliau meninggal dunia di RSCM. Terkejut dan sedih. Terkejut, saya tidak pernah menyangka beliau sakit separah itu dan akan dipanggil oleh Allah secepat itu. Beliau masih muda dan Beliiau masih memiliki tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Membayangkan ketiga anak kecil ditinggal seorang Ibu membuat hati menangis. Sedih, saya sangat merasa kehilangan Beliau, kehilangan seseorang yang telah memperjuangkan skripsi saya. Sedih karena kami belum dapat memenuhi keinginan Beliau.

Dear Mba Rini,
Selamat Jalan Mbaaa..Terima kasih atas bimbinganmu selama ini. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan menerima semua amal ibadah Mba selama di dunia. Semoga Mba mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga suami dan anak-anak diberikan kekuatan oleh Allah untuk menghadapi ini, semoga kebaikan selalu menyertai dimanapun mereka berada.

IMG-20130102-01223
Ibu Guru..Ilmu mu tidak akan padam sampai kapanpun dan sampai kapanpun saya tidak menyerah.

Inilah foto kami sebagaimana engkau minta Mbaaa. Maafkan kami. (APS,AS,RA,KDS)

Image