POLITICAL EFFICACY CONCEPT


Political efficacy is the term that describes people’s feelings on government. It examines whether or not people feel they are being taken seriously or not. Some people have strong sense of political efficacy while others do not. This is mostly likely derivative of people’s experiences.
Political efficacy is citizens’ faith and trust in government and their own belief that they can understand and influence political affairs. It is commonly measured by surveys and used as an indicator for the broader health of civil society. Feelings of efficacy are highly correlated with participation in social and political life; however, studies have not shown any relationship between public confidence in government or political leaders and voting.(wikipedia.com)
First conceptualized to predict political behavior, measurement of political efficacy is now considered a barometer of democratic systems.
Political efficacy menunjuk pada kepercayaan masyarakat dalam pemerintahan dan bahwa suara yang diberikan dapat mempengaruhi sistem politik yang ada. Atau dapat pula diartikan sebagai persepsi seseorang tentang kekuatan dan kemampuannya untuk mengubah kondisi sosial dan politik yang ada
Ada dua jenis Political Efficacy, yaitu: internal efficacy (the belief that one can understand and influence policy), jadi ini berarti bahwa kepercayaan yang ada pada diri seseorang dan keahliannya untuk dapat mempengaruhi sistem politik yang ada dan external efficacy (the belief that the government will respond to one’s demands), yang berarti Pemerintah atau insititusi politik terpengaruh oleh perilaku masyarakat (kebutuhan masyarakat) dalam proses politik.
Contoh nyata penerapan political efficacy seperti yang telah disebutkan di atas bahwa political efficacy merupakan barometer sistem demokrasi dalam politik adalah saat pemilihan umum, Pemilu dikatakan memiliki political efficay apabila menghasilkan pembaharuan politik yang dampaknya dirasakan secara nyata oleh rakyat. Sebaliknya, pemilu hanya merupakan metamorfosis politik apabila hanya menampilkan pemain lama dengan baju baru, atau melanjutkan lagu lama dengan gaya baru. Jadi, efficacy bukan sebatas perbedaan administratif, melainkan perbedaan substantif.
Terang bahwa efficay pemilu akan bergantung kepada bagaimana pemilih menjatuhkan pilihannya (internal efficacy) dan komitmen pejabat terpilih dalam mewujudkan sistem nilai yang melandasi cita-cita dan program kerja parpol dalam perilaku politiknya(external efficacy)