PARTAI POLITIK


Ardhiana Sitarusmi
Ilmu Administrasi Fiskal
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Politik
Laporan Bacaan “Partai Politik”

Partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya memiliki orientasi, nilai, dan cita-cita yang sama.
Tujuan partai politk adalah untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara konstitusionil, guna melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka.
Ada tiga teori mengenai asal-usul partai politik, yaitu:
1. Teori Kelembagaan
Partai politik dibentuk oleh kalangan legislative (dan eksekutif) karena ada kebutuhan para anggota parlemen (yang ditentukan berdasarkan pengangkatan) untuk mengadakan kontak dengan masyarakat dan membina dukungan dari mesyarakat.
2. Teori Situasi Historik
Partai politik dibentuk untuk mengatasi krisis historik (krisis legitimasi, integrasi, dan partisipasi) yang terjadi pada masa transisi karena perubahan masyarakat dari bentuk tradisional yang sederhana menjadi masyarakat modern yang yang kompleks.
3. Teori Pembangunan
Modernisasi sosial-ekonomi melahirkan suatu kebutuhan akan suatu organisasi politik yang mampu memadukan dan memperjuangkan berbagai aspirasi tersebut.
Fungsi partai politik, yaitu:
1. Sebagai saran komunikasi politik (clearing house of ieas)
2. Sebagai saran sosialisasi politik.
3. Sebagai sarana recuitment politik.
4. Sebagai sarana pengatur konflik.
5. Sebagai pengawas pemerintah
6. Sebagai pembuat kebijakan
Tipologi partai politik
1. Berdasarkan asas dan orientasi
a. Partai politik pragmatis: partai yang memiliki program dan kegiatan yang tak.terikat perubahan kaku kepada suatu doktrin dan ideologi tertentu.
b. Partai politik doktriner: suatu partai politik yang memilki program dan kegiatan konkret sebagai penjabaran ideology.
c. Partai politik kepentingan: paratai politik yang dibentuk dan dikelola atas dasar kepentingan tertentu, yang secara langsung ingin berpatisipasi dalam pemerintahan.
2. Berdasarkan komposisi dan fungsi anggota
a. Partai massa/lindungan (patronage party): mengandalkan kekuatan pada jumlah massa dan memobilisir untuk mengembangkan diri sebagai pelindung bagi berbagai kelopok masyarakat sehingga pemilu mudah dimenangkan.
b. Parati kader; partai yang mengandalkan kualitas anggota, ketaatan organisasi, dan disiplin anggota sebagai sumber kekuatan utama.
3. Berdasarkan basis sosial dan tujuan
a. Berdasarkan basis sosial:
1) Partai politik yang beranggotakan lapisan-lapisan sosial dalam masyarakat, seperti kelas atas, menengah, dan bawah.
2) Partai politik yang anggotanya berasal dari kalangan keompok kepentingan tertentu, seperti petani, buruh, pengusaha.
3) Partai politik yang anggotanya berasal dari pemeluk agama tertentu.
4) Partai politik yang anggotanya berasal dari kelompok budaya tertentu.

b. Berdasarkan tujuan
1) Partai perwakilan kelompok yang menghimpun berbagai kelompok masyarakat untuk memenangkan sebanyak mungkin kursi dalam parlemen.
2) Partai pembinaan bangsa yang brtujuan menciptakan kesatuan nasional dan biasanya menindas kepentingan-kepentingan sempit.
3) Partai mobilisasi yang berupaya masyarakat ke arah pencapaian tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemimpin partai, sedangkan partisipasi dan perwakilan kelompok cenderung diabaikan.
Sistem kepartaian
1. Sistem Partai Tunggal
Sistem kepartaian pada suatu negara yang hanya memiliki satu partai politik ataupun hanya ada satu partai politik yang dominan dari beberapa partai yang ada.
2. Sistem Dwipartai
Adanya dua partai dominan dari beberapa partai. Dalam sistem ini partai yang menang pemilu menjadi partai yang berkuasa, dan yang kalah menjadi oposisi (loyal oppsition).
3. Sistem Multipartai
Siatem multipartai mencerminkan keanekaragaman budaya dan politik. Di negara berkembang, sistem partai seperti ini mudah terjerumus ke dalam instabilitas politik, karena mudah sekali bagi patai terlibat konflik. Dalam pemilu umumnya digunakan sistem pemilihan Perwakilan Berimbang ( Proportional Representation).

Sumber Bacaan:
Budiardjo, Miriam. 2000. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: P.T. Gramedia Pustaka Utama.