Komunikasi Politik dan Opini Publik


Ardhiana Sitarusmi

Mata Kuliah Pengantar Ilmu Politik
Laporan Bacaan “Komunikasi Politik dan Opini Publik”

A. Komunikasi Politik
Komunikasi politik adalah proses penyampaian pesan-pesan yang ada relevansinya dengan politik dari masyarakat ke pemerintah atau sebaliknya.
Elemen-elemen dalam komunikasi politik:
1. Communicator, seseorang/ kelompok yang bertindak untuk mempengaruhi public policies, dalam hal ini pemerintah.
2. Message, terdiri dari simbol-simbol yang dikirimkan kepada penerima untuk menjelaskan pemikiran communicator.
3. Communican/receiver, seseorang yang menerima pesan, dalam hal ini adalah masyarakat.
4. Medium (plural media), perantara yang digunaka communicator untuk mengirim pesan-pesannya kepada receiver.
5. Response, tanggapan dari penerima pesan (receiver).
Agen komunikasi politik:
1. Media massa
2. Keluarga
3. Lingkungan
Jenis struktur komunikasi politik:
1. Face to face
2. Struktur sosial non politik
3. Struktur Input politik
4. Struktur output politik
5. Media komunikasi
Macam-macam response:
1. Initiaton, masyarakat tidak memiliki banyak pendapat atau pengetahuan tentang sesuatu. Karenanya pemerintah menginisiatifkan dan mengharapkan pertanyaan dari masyarakat tentang hal tersebut, sehingga masyarakat yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu.
2. Conversion, pemerintah berhasil mengubah pandangan masyarakat dan mengalihkan untuk mendukung keputusan pemerintah.
3. Reinforcement, sebelum memberitahu, masyarakat cenderung mendukung pilihan mereka, namun masih dapat dipengaruhi, oleh karenanya pemerintah harus lebih memperkuat keyakinan masyarakat untuk memilih pilihannya.
4. Activation, pemerintah berusaha membuat masyarakat memberikan kontribusi terhadap pilihannya sehingga mengubah tidakan masyarakat itu sendiri.
Gaya komunikasi
1. Manifest: vulgar secara eksplisit
2. Laten: implisit, pesan tersembunyi dapat dilihat dengan melihat perilaku atau ekspresi
3. Diffuse: melebar
4. Spesifik: peristiwa politik dijelaskan secara detail
5. Generalistik: disampaikan kepada khalayak tanpa mealui perantara.
6. Partikularistik: dijelaskan oleh penerjemah politik karena khalayak dianggap kurang dapat menerima pesan dengan baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi politik:
1. Tingkat pendidikan
Jika tingkat penididikan suatu masyarakat rendah, maka pesan yang diberikan oleh pemerintah alkan sulit diterima.
2. Perkembangan ekonomi
3. Perkembangan media massa
Dalam menyampaikan pesan politik, media massa harus memberikan informasi secara bebas dan netral.
4. Keterbukaan sistem politik
Sistem politik yang terbuka memungkinkan terjadi komunikasi dua arah antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga dihasilkan informasi yang terbuka dari pemrintah ke masyarakat dan adanya input yang terbuka dari masyarakat ke pemerintah.
5. Opinion Leader (opini elite politik)
Pemimpin memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Budaya politik di Indonesia cenderung mengakui, membenarkan,dan mengiyakan apa yang dikatakan pemimpin.

B. Opini Publik
Menurut Henneys, opini publik merupakan kompleks preferensi terhadap suatu issue yang berkaitan dengan umum yang dilakukan oleh sekelompok orang. Menurut Dan Nimmo, opini publik merupakan proses yang menggabungkan pikiran-pikiran, perasaan-perasaan dan usulan-usulan yang dinyatakan pribadi warga terhadap kebijaksanaan yang dibuat oleh pejabat pemerintah yang bertugas untuk mencapai ketertiban sosial dalam situasi yang menyangkut konflik.
Faktot-faktor yang mempengaruhi opini publik
1. Sosialisasi politik
2. Budaya politik
3. Ideologi negara dan agama
4. Struktur ekonomi dan strata sosial
5. Struktur Negara
Unsur-unsur dalam opini publik:
1. Issue yang diperdebatkan dalam masyarakat.
2. Sekelompok individu yang memiliki kepentingan yang sama
3. Preferensi (pilihan yang beragam)
4. Ekspresi terhadap issue
5. Orang yang mempersoalkan (opinion leader)
Karakteristik opini publik:
1. Memiliki arah
2. Memiliki besaran
3. Memiliki isi informasi (content)
4. Stabil, relatif cukup bertahan lama
5. Memiliki intensitas
6. Menyangkut suatu hal yang kontroversial
7. Penampilannya pluralistik
Tahap terbentuknya opini publik:
1. Munculnya perdebatan/ issue
2. Diliput secara intensif melalui media masa
3. Adanya orang yang mempersoalkan issue tersebut
Suatu opini dapat dikatakan sebagai opini publik jika memiliki karakteristik opoini publik, memenuhi unsur opini publik dan harus sesuai dengan tahap terbentunknya opini publik.
Opinion Leader
Menurut Rogers dan Shoemaker, opinion leader merupakan pribadi-pribadi tertentu yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain dalam perilaku opini melalui cara-cara yang disukai oleh orang-orang tersebut.
Karakteristik Opinion Leader:
1. Pengenalan akan mode yang tinggi
2. Memiliki posisi dan kewenangan
3. Berkemampuan mencapai atau menjangkau pengikutnya
4. Memiliki status sosial yang strategis